Daun

Senin, 01 Juni 2020

KODE ETIK CAVING





Setiap kegiatan ataupun olahraga tentu memiliki kode etik atau aturan alaminya sendiri, yang mana kode etik itu tidak selalu tertulis di surat perjanjian atau buku resmi namun telah melekat dan di pahami serta di lakukan oleh orang yang melakukan kegiatan tersebut, sama halnya dengan Caving. Caving memiliki kode etiknya sendiri, dalam hal ini setiap orang yang melaukan kegiatan in tentu harus memahami serta melakukannya. apa aja sih kode etik Caving? Yuk kita bahas!


1. Semboyan bagi semua penggiat kegiatan alam ini harus benar-benar Kamu pegang teguh

Kamu pasti sudah nggak asing pada semboyan para penggiat kegiatan alam. Ada tiga poin penting dalam semboyan ini, yaitu:
  • Jangan mengambil apapun kecuali gambar.
  • Jangan membunuh apapun kecuali waktu.
  • Jangan meninggalkan apapun kecuali jejak.
Ketiga poin ini sebetulnya sudah punya pesan mendasar untuk Kamu yang terlibat dalam kegiatan alam. Bahwa Kamu nggak boleh melakukan sesuatu hal apapun yang dapat merusak kelestarian alam itu sendiri. Seperti membuang sampah sembarangan atau merusak tatanan ekosistem.

2. Menyadari bahwa gua adalah bentuk dari proses ribuan tahun di alam yang nggak boleh dirusak



Setiap sudut keindahan dalam gua adalah bentuk dari proses alam yang butuh waktu ratusan hingga ribuan tahun. Untuk itu, setiap orang yang akan susur gua harus menyadari hal ini supaya nggak berniat untuk merusak. Sebab ketika sebuah gua sudah rusak maka hal tersebut nggak akan bisa diperbaiki oleh manusia hanya dalam hitungan bulan atau tahun.

3. Menumbuhkan sikap respek pada lingkungan gua

Sikap respek ini ditunjukkan dengan kepedulian pada ekosistem dalam gua. Tidak mengganggu kehidupan biota yang ada di dalamnya, misalnya mengusir kelelawar atau hewan lainnya yang ada di dalam gua. Merusak tatanan ekosistem di dalam gua dapat menyebabkan sisi alami gua justru hilang dan mungkin beberapa spesies bisa mengalami kepunahan dan mengganggu keseimbangan ekologi.

4. Kegiatan susur gua seharusnya tidak untuk dipublikasikan atau dipertontonkan

Biasanya para caver yang sudah paham aturan ini mengerti bahwa sebenarnya kegiatan caving nggak boleh dipublikasikan pada khalayak umum. Mereka biasanya berbagi dokumentasi hanya sebatas pada komunitas speleologi. Speleologi ini merupakan ilmu yang mempelajari gua termasuk proses terbentuknya, struktur, fisik, sejarah dan aspek biologis.
Publikasi ke khalayak umum akan menyebabkan banyak orang yang tak memahami kode etik caving ikut-ikutan kegiatan susur gua ini. Akibatnya semakin banyak orang yang masuk dalam gua tanpa didasari kesadaran untuk menjaga kelestraian gua tersebut. Tak jauh-jauh, contoh saja Gua Pindul yang kini sudah sangat penuh sesak oleh wisatawan. Ini sebenarnya dapat mengganggu keseimbangan ekologi gua. Sebab binatang endemik gua bisa saja terganggu dan akhirnya berpindah tempat tinggal.

5. Tak ada yang lebih rendah atau tinggi di antara sesama penelusur gua

Semua caver memiliki kedudukan yang sama, tak ada yang lebih tinggi atau pun rendah. Sehingga tidak ada satu pun caver yang boleh saling merendahkan. Kamu juga nggak boleh memaksakan kondisi fisik dan mental hanya untuk terlihat lebih kuat dari yang lain. Hal ini bisa dianggap sebagai pelanggaran terhadap kode etik caving.
Jika memang kondisi fisik dan mental tidak mendukung, maka sebenarnya Kamu boleh memberi tahu caver yang lain agar bisa mendapat pertolongan.

6. Jangan mencoba menggunakan peralatan apapun milik rombongan lain tanpa ijin

Kadang saat Kamu melakukan kegiatan caving, ada kelompok atau rombongan lain yang juga sedang melakukan kegiatan yang sama. Mereka yang terlebih dulu datang pasti sudah memasang berbagai peralatan terlebih dahulu.
Dalam kondisi ini Kamu mungkin berpikir untuk menggunakan peralatan mereka. Tapi sebenarnya hal ini dilarang. Apalagi jika Kamu belum meminta ijin pada si empunya alat. Hal ini karena mungkin alat tersebut memang sedang dipakai, atau alat tersebut sebetulnya bermasalah sehingga bahaya jika digunakan. Jadi pastikan untuk meminta ijin duluya gias jika Kamu menemui kondisi seperti ini.

7. Saling menjaga keselamatan sesama caver (Orang yang melakukan susur gua)


Ketika sudah berada di dalam gua, nggak banyak orang yang bisa Kamu andalkan untuk menyelamatkanmu jika terjadi sesuatu hal buruk. Inilah mengapa setiap caver diwajibkan untuk saling menjaga keselamatan antar sesama. Caranya adalah dengan tidak melempar batu ke dalam gua, yang mungkin bisa membahayakan caver lain. Kamu juga tidak diperbolehkan memutuskan tali milik rombongan lain apapun alasannya.

8. Gua bukanlah milik perorangan, jadi Kamu tak boleh menghalangi para caver lainnya

Sejatinya gua adalah milik semua orang, dan tidak dimiliki satu dua orang saja. Maka dari itu, semua caver berhak melakukan kegiatan susur gua. Kamu nggak boleh menghalangi rombongan caver lain yang juga ingin melakukan kegiatan susur gua di tempat tersebut.
Kamu juga nggak boleh menghasut warga sekitar gua untuk menghalangi rombongan lain. Ini sama sekali melanggar kode etik bagi sesama caver.

9. Untuk Kamu yang sedang melakukan penelitian, pastikan bahwa penelitian itu tidak sama dengan yang lain




Kamu mungkin melakukan kegiatan susur gua untuk sebuah penelitian. Tapi sebelumnya Kamu harus mencari tahu, apakah sudah ada rombongan lain yang meneliti hal yang sama. Jika memang sudah ada, maka sebaiknya Kamu mengubah penelitianmu meskipun penelitian sebelumnya belum dipublikasikan.

10. Tidak gegabah dalam menentukan dan melakukan sesuatu

Ketika kamu merasa menemukan sesuatu yang baru dalam gua, mungkin Kamu baru saja berpikir bahwa Kamu adalah seorang penemu. Padahal sebelumnya memang sudah ada orang lain yang menemukan hal baru tersebut lebih dulu. Nah, dalam hal ini Kamu tak boleh gegabah menentukan dan mempublikasikan bahwa Kamu adalah penemu hal baru tersebut.
Kamu pun nggak boleh menyebarkan berita yang tidak benar hanya untuk kepentingan sensasi. Sebab ini akan menjadi kebohongan dalam dunia speleologi.

11. Kegiatan susur gua bukanlah hasil dari kerja individu, melainkan sebuah kerja tim


Untuk itulah ketika Kamu dan timmu berhasil melakukan sebuah misi, maka itu adalah hasil kerja tim. Bukan hasil kerja Kamu seorang. Jadi untuk publikasi pun tidak hanya menonjolkan dirimu sendiri, melainkan seluruh tim yang ikut serta dalam misi tersebut.

12. Meski bersalah, menjelekkan sesama caver tetap tidak diperbolehkan

Kamu mungkin sering bertemu dengan caver yang sering melakukan kesalahan saat melakukan susur gua. Dalm hal ini, Kamu nggak boleh mempublikasikan kejelekan caver tersebut. Karena hal itu akan merusak citra dari seluruh caver. Saling menutupi kesalahan satu sama lain kemudian dijadikan sebagai bahan evaluasi bersama akan menjadi pilihan yang bijak.

13. Memenuhi semua kewajiban sebagai seorang caver yang bertanggung jawab

Sebagai caver yang bertangung jawab kode etik caving juga melingkupi pada kewajiban apa yang harus Kamu penuhi sebagai seorang caver. Paling tidak Kamu harus memahami hal-hal berikut:
  • Menjaga kebersihan gua, membersihkannya dari sampah-sampah yang ada dan tidak meninggalkan apapun di dalam gua
  • Tidak merusak fasilitas yang ada di dalam dan di sekitar gua apapun alasannya
  • Saling memberitahukan resiko atau ancaman bahaya pada tim atau rombongan lain
  • Jika Kamu menemukan sesuatu di dalam gua baik itu dalam wujud benda mati atau hidup, Kamu wajib memberitahukannya pada pihak berwenang dan semua tim dan juga komunitas caving. Tapi Kamu dilarang menyebarkan informasi tersebut untuk umum (non komunitas caving). Hal ini untuk menjaga kelestarian gua dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Pengetahuan Dasar Yang WAJIB Di Ketahui Sebelum Melakukan Caving




Caving / Susur goa adalah suatu aktivitas yang memiliki tantangan tersendiri untuk dilakukan. Tidak heran jika aktivitas ini diminati oleh kalangan tertentu dari para pecinta alam dan penggiat olahraga ekstrem. Petualangan seru dan adrenalin yang dipompa lebih kencang, menjadi pengalaman berbeda yang pantas dicoba.

Keunikan dan keindahan yang ditemukan dalam goa berbeda dengan apa yang ditemukan di atas permukaan bumi. Eksplorasi ke dalam goa untuk melihat ornamen-ornamen goa yang terbentuk secara alami dengan proses panjang yang membutuhkan waktu belasan hingga puluhan tahun, susur goa membutuhkan latihan dan kemampuan khusus. Ada beberapa hal dasar yang perlu diketahui tentang caving. Simak ulasan di bawah ini.

Pengetahuan Dasar yang Harus Diketahui Sebelum Caving

1. Akan Merasakan Kegelapan Abadi


Goa adalah struktur alam yang berada di dalam bumi, sehingga tidak ada cahaya matahari yang menembus hingga ke dalam goa. Kegelapan terjadi sepanjang waktu, karena itu kegelapan di dalam goa disebut sebagai kegelapan abadi. Menelusuri lorong-lorong yang sempit di dalam kegelapan abadi tentu saja akan sangat berbahaya dan perlu kehati-hatian. Karena itu lah, ketika melakukan aktivitas caving, headlamp menjadi salah satu peralatan utama bagi para cavers. Selain itu, masih banyak perlengkapan terkait safety lainnya yang harus disediakan. Misalnya seperti pelindung kepala atau helm speleo, sepatu boots, pakaian coverall, peralatan P3K, perlengkapan single rope technique (SRT), dan beberapa hal lain yang akan kita bahas kemudian.

2. Ada Dua Tipe Goa yang Punya Sensasi Berbeda
Terdapat dua tipe goa berdasarkan cara jelajahnya yang biasa dieksplorasi para petualang, yaitu goa vertikal dan goa horizontal. Goa vertikal dimasuki dengan menggunakan tali secara vertikal ke dalam bumi, sedangkan goa horizontal memiliki medan yang relatif mendatar sehingga tidak memerlukan tali.

Goa yang sering dijadikan tempat wisata biasanya tergolong goa horizontal karena cenderung lebih mudah untuk dijelajahi, bahkan bagi pemula sekalipun. Meskipun begitu, tetap perlu hati-hati karena tidak sedikit goa-goa horizontal yang juga sulit. Tipe goa vertikal memang kerap menjadi primadona di kalangan petualang susur goa karena memiliki keindahan dan kebanggaan tersendiri dalam penjelajahannya. Ketika ingin menjelajah goa jenis ini, maka peralatan Single Rope Technique (SRT) wajib digunakan. Penjelajah harus terlatih dalam penggunaan SRT, sebelum memutuskan untuk masuk ke goa vertikal.

3. Bergelantungan di Atas Ketinggian Menggunakan Seutas Tali di Kegelapan
Untuk yang belum pernah mencoba susur goa, maka penggunaan istilah SRT akan sedikit asing. Secara sederhana, SRT ini bisa dijelaskan sebagai teknik yang biasa dilakukan untuk kebutuhan naik dan turun di goa atau tebing dengan menggunakan seutas tali (single rope). Tapi jangan salah paham, cukup banyak peralatan lain yang dibutuhkan dalam SRT selain tali.

4. Banyak Hewan Unik yang Ditemui Dalam Goa


Sebagai seorang petualang yang akan menjelajah goa, maka Sobat Penjelajah harus tahu bahwa kamu akan menemukan banyak hewan unik di dalam goa. Tentu saja karakteristiknya berbeda dengan hewan yang ada di permukaan tanah, contohnya ikan-ikan dan hewan air yang bertubuh transparan dan memiliki mata yang buta. Tidak adanya sinar matahari yang menembus ke dalam goa, akan membuat hewan-hewan goa hidup dengan cara berbeda.

5. Menjadi Salah Satu Olahraga Paling Ekstrim Dunia


Memang tidak sedikit goa yang mempunyai sistem aliran bawah tanah. Untuk lorong goa yang tertutup air, tentu saja para cavers harus melakukan penyelaman untuk bisa terus melanjutkan penjelajahan. Aktivitas penyelaman di dalam goa ini dikenal dengan istilah cave diving. Adrenalin tentu mengalir deras, dan risiko dalam cave diving ini sangat tinggi sehingga disebut sebagai salah satu olahraga ekstrim paling mematikan di dunia. Tidak heran jika prosedur keselamatan (safety procedures) harus direncanakan dan dipatuhi dengan sangat ketat, serta berdoa menjadi hal yang tidak boleh terlewatkan.
Itulah 5 hal dasar yang perlu kamu ketahui tentang susur goa atau caving.

Tertarik melakukan caving, kawan pencinta alam? Untuk pemula sebaiknya ikut bersama instruktur yang telah berpengalaman ya!